Dr. Angela Yeung Conductor

Lahir di Hongkong, hidup Angela Yeung dipenuhi dengan musik; di rumah, gereja dan sekolah. Menginjak SMU, ia memimpin paduan suara gereja dan sekolah, dan telah memenangkan sejumlah besar penghargaan dalam Festival Musik Sekolah Hongkong untuk pertunjukan cello tunggalnya.

Yeung menggenggam gelar Sarjana Musik dari Universitas Wilfrid Laurier di Waterloo, Ontario, Kanada, gelar Master of Arts dalam Musik dan Diploma Konser dari Universitas McGill di Montreal, Quebec, juga di Kanada, dan gelar Doctor of Philosophy dalam Musik dari Universitas Columbia di New York, Amerika Serikat. Saat ini ia menjabat Direktur Program Musik di Universitas San Diego di California, Direktur Orkestra Universitas dan Ansambel Musik Chamber, serta Direktur program tahunan Festival Musik Chamber Musim Panas. Kepemimpinannya dalam Orkestra Simfoni San Diego, sebuah posisi yang dipegangnya sejak tahun 1996, telah membantu perkembangan orkestra tersebut menjadi salah satu orkestra komunitas-perguruan tinggi yang paling aktif di San Diego. Orkestra itu telah membuahkan delapan rekaman CD, melakukan tur ke sebagian besar kota-kota besar di Amerika Serikat dan musim semi lalu menjadi orkestra Amerika pertama yang bergabung dengan Tijuana Youth Orchestra dalam sebuah tur ke Acambaro dan Irapuato, Meksiko. Mereka telah diundang dalam acara-acara kehormatan di San Diego seperti acara tahunan Simposium Kyoto, Linda Vista Multi-Cultural Fair, serta Miramar Air Show di depan lebih dari sepuluh ribu penonton. Kualitas primanya telah diakui oleh konduktor terkenal seperti Otto-Werner Muller, mantan Direktur Studi Orkestral di Sekolah Musik Julliard, dan yang terbaru, Nikolaus Harnoncourt. Karena pencapaiannya dengan Orkestra Simfoni Universitas San Diego, Yeung terpilih sebagai Presiden Divisi Barat dari Asosiasi Direktur Orkestra Perguruan Tinggi Nasional di Amerika Serikat pada tahun 2006.

Sebagai pemain cello handal dengan minat khusus dalam musik abad pertengahan (early music) dan musik chamber, Yeung memiliki karier yang tetap aktif dalam bermusik dan kepemimpinan disamping kewajiban universitasnya tiap tahun. Ia telah menjadi Direktur rangkaian konser Early Music at Saint Peter’s Church di New York sejak tahun 1993, menjadi Wakil Direktur lokakarya musik chamber musim panas internasional Oriveto Musica di Italia sejak 1994 hingga 2005, serta Direktur Summer Chamber Music Residency di Gereja St. Jacobi Evangelical Lutheran di Broooklyn, New York tahun ini. Ia telah memberikan ceramah dan peragaan-ceramah atas undangan berbagai institusi pendidikan tingkat lanjutan, termasuk Sekolah Musik Manhattan, Universitas Cornell, Universitas Rutgers, dan Perguruan Tinggi Brooklyn di Amerika, Universitas Nasional Sun Yat-sen di Taiwan, Universitas Teknologi Nanyang di Singapura, Universitas Nasional Sydney dan Konservatorium Sydney di Australia, dan sebagian besar universitas termasuk Akademi Seni Pertunjukan di Hongkong.

Pada November 2007, Yeung hadir untuk pertama kalinya di Indonesia dalam konser “An Evening of Love” di Jakarta, sebagai konduktor tamu dari Tian Jin Symphony Orchestra (Simfoni Orkestra Tian Jin), mempertunjukkan lagu pembukaan dan komposisi lagu opera dengan Nona Gao Man Hua, soprano. Bulan Desember 2007, Yeung menjadi konduktor tamu untuk konser Natal Hong Kong Oratorio Society 2007 (Komunitas Oratorio Hongkong 2007), membawakan Symphony No. 2 (Simfoni No. 2) “Hymn of Praise” karya Felix Mendelssohn di Hong Kong Cultural Arts Concerts Hall (Gedung Konser Seni & Budaya Hongkong). Konser tersebut kembali dipertunjukkan di Shenzhen, Cina.

CARLO ZAPPA Conductor

Pendidikan musiknya dimulai dengan menekuni di bidang piano dan komposisi serta mendapatkan diploma dalam bidang trompet di bawah bimbingan Prof. Vito Calabrese. Pada saat yang sama ia memulai studinya di bidang conductor orkestra di bawah bimbingan Maestro Franco Gallini dan dilanjutkan di bawah bimbingan Maestro Vittorio Parisi hingga ia mendapatkan diplomanya pada Konservatori di kota Milan.

Beberapa kursus penyempurnaan dalam opera liris yang diikutinya:
• Di kota Pescara pada Accademia Musica Pescarese di bawah bimbingan Maestro Donato Renzetti
• Di kota Szeged (Ungeria) di bawah bimbingan Maestro Erven Azel
• Di kota Siena pada La Rinomata Accademia Chiciana di bawah bimbingan Maestro Gianluigi Gelmetti, dengan menjadi conductor sebuah konser bersama L’Orchestra del Festival di Sofia bersama Maestro Piotr Wollny.

Pada tahun 1991, ia memperoleh debutnya dalam L’ Histoire du Soldat karya I. Stravinskij bersama dengan kelompok Instrumental I. Stravinskij, yang dibentuk oleh anggota-anggota dari orkestra Teatro alla Scala Milano.

Aneka orkes telah dipimpinnya, baik orkes kamar maupun orkes simfoni. Diantaranya:
• Orkes Cantelli
• Orkes Milano Classica
• Ensemble Archi della Scala di Milano
• Orkes Kurt Sonnefeld.

Pada tahun tahun 2003, bersama dengan Orkes Filharmonis dari Conservatorio di Milano memainkan Simphony No. 5 dari S. Prokofiev. Sejak saat itu ia mendapatkan kepercayaan untuk secara teratur memimpin orkes-orkes filharmonis pada konservatori di kota Milan. Ia pun diangkat sebagai Direttore preparatore. Selain itu, ia juga menjadi asisten dari Maestro Gustav Kuhn dan bekerjasama di dalam produksi-produksi musikal bersama dengan Maestro Daniel Kawka, Roberto Rizzi Brignoli, Gyrgy Rath. Beberapa karya musik telah menantinya pada tahun ini, misalnya di Polandia bersama dengan La Cappela Cracoviensis dan di Bolzano bersama dengan L’Orchestra Haydn.

Jenis Paduan Suara

Kelompok paduan suara dapat dikategorikan berdasarkan jenis suara yang terdapat di dalam paduan suara tersebut:

  • Paduan suara campuran (yaitu dengan suara wanita dan suara pria). Jenis ini mungkin merupakan yang paling lazim, biasanya terdiri atas suara sopran, alto, tenor, dan bas, sering disingkat sebagai SATB. Seringkali pula salah satu atau beberapa jenis suara tersebut dibagi lagi menjadi dua atau lebih, misalnya SSAATTBB (setiap jenis suara dibagi dua) dan SATBSATB (paduan suara tersebut dibagi menjadi dua yang masing-masing terdiri atas empat jenis suara). Kadang kala jenis suara bariton juga dipisahkan (misalnya SATBarB), seringkali dinyanyikan oleh penyanyi bersuara bas tinggi.
  • Paduan suara wanita, biasanya terdiri atas jenis suara sopran dan alto yang masing-masing dibagi dua, sering disingkat SSAA. Bentuk lain adalah tiga suara, yaitu sopran, mezzo-sopran, dan alto, kadang disingkat SMA.
  • Paduan suara pria, biasanya terdiri atas dua bagian tenor, bariton, dan bas, sering disingkat TTBB (atau ATBB jika kelompok suara tertinggi bernyanyi dengan teknik falsetto pada jangkauan nada alto, seperti lazimnya pada musik barbershop). Jenis lain paduan suara pria adalah paduan suara yang terdiri atas suara SATB seperti pada paduan suara campuran namun bagian sopran dinyanyikan oleh anak-anak laki-laki (sering disebut treble) dan bagian alto dinyanyikan oleh pria (dengan teknik falsetto, sering disebut kontratenor).
  • Paduan suara anak, biasanya terdiri atas dua suara SA atau tiga suara SSA, atau kadang lebih dari itu.

Pengkategorian lain untuk paduan suara adalah berdasarkan jumlah penyanyi di dalamnya, misalnya:

  • Ensembel vokal atau kelompok vokal (3-12 penyanyi)
  • Paduan suara kecil atau paduan suara kamar (12-28 penyanyi)
  • Paduan suara besar (lebih dari 28 penyanyi)

Paduan suara juga dapat dikategorikan menurut jenis atau genre karya yang dibawakannya, misalnya:

Wiener Sängerknaben,
paduan suara anak laki-laki dari Wina, Austria

  • Paduan suara simfonik
  • Paduan suara opera
  • Paduan suara lagu keagamaan (musica sacra)
  • Paduan suara lagu popular
  • Paduan suara jazz
  • Paduan suara lagu rakyat
  • Paduan suara pertunjukan (show choir), yang anggota-anggotanya menyanyi dan menari dalam penampilan yang seringkali menyerupai pertunjukan musical.

Selain itu, paduan suara dapat dikategorikan menurut lembaga tempat paduan suara tersebut berada, misalnya:

Category: choir  Leave a Comment

What is choir?

Paduan suara atau kor (dari bahasa Belanda, koor) merupakan istilah

contoh penampilan paduan suara

yang merujuk kepada ensembel musik yang terdiri atas penyanyi-penyanyi maupun musik yang dibawakan oleh ensembel tersebut. Umumnya suatu kelompok paduan suara membawakan musik paduan suara yang terdiri atas beberapa bagian suara (bahasa Inggris: part, bahasa Jerman: Stimme).

Dalam pengertian ini, paduan suara juga mencakup kelompok vokal (vocal group), walaupun kadang kedua istilah ini saling dibedakan.

Struktur paduan suara

Paduan suara biasanya dipimpin oleh seorang dirigen atau choirmaster yang umumnya sekaligus adalah pelatih paduan suara tersebut. Umumnya paduan suara terdiri atas empat bagian suara (misalnya sopran, alto, tenor, dan bas), walaupun dapat dikatakan bahwa tidak ada batasan jumlah suara yang terdapat dalam paduan suara. Selain empat suara, jumlah jenis suara yang paling lazim dalam paduan suara adalah tiga, lima, enam, dan delapan. Bila menyanyi dengan satu suara, paduan suara tersebut diistilahkan menyanyi secara unisono.

Paduan suara dapat bernyanyi dengan atau tanpa iringan alat musik. Bernyanyi tanpa iringan alat musik biasanya disebut sebagai bernyanyi a cappella. Bila bernyanyi dengan iringan, alat musik pengiring paduan suara dapat terdiri atas alat musik apa saja, satu, beberapa, atau bahkan suatu orkestra penuh.

Untuk latihan paduan suara, alat pengiring yang digunakan biasanya adalah piano, termasuk bahkan jika pada penampilannya digunakan alat musik lain atau ditampilkan secara a cappella.

Tata letak panggung

Terdapat banyak pandangan mengenai bagaimana masing-masing kelompok bagian suara dalam paduan suara ditempatkan di panggung pada suatu penampilan. Pada paduan suara simfonik, biasanya bagian-bagian suara diatur dari suara tertinggi ke suara terendah (misalnya sopran, alto, tenor, dan kemudian bas) dari kiri ke kanan, bersesuaian dengan penempatan bagian alat musik gesek umumnya. Pada penampilan a cappella atau dengan iringan piano, umumnya pria ditempatkan di belakang dan wanita di depan; penempatan kelompok bas di belakang kelompok sopran disukai oleh beberapa dirijen dengan alasan bahwa kedua bagian suara ini harus saling menyesuaikan nada.

Paduan suara yang lebih berpengalaman sering menyanyi dengan semua bagian suara bercampur dan tidak terkelompok-kelompok. Pendapat yang mendukung metode penempatan ini adalah bahwa metode ini memudahkan masing-masing penyanyi untuk mendengarkan dan menyesuaikan nada dengan bagian suara yang lain, walaupun hal ini menuntut kemandirian masing-masing penyanyi.

Category: choir  Leave a Comment

Hi singing

ini adalah kali pertama saya ngepost di blog ini tentang singing